Kamis, 23 Maret 2017

KRL Facilities

Halo semuanyaaa! Gimana kabarnya hari ini? Semoga baik-baik aja ya semuanya! Kali ini, saya ingin membahas tentang fasilitas di dalam KRL. Pasti penasaran ya, emang ada apa aja sih di dalam KRL? Oke yuk kita lihat ada apa aja

1. Tempat duduk

Ini adalah hal utama dari setiap kendaraan umum. Tempat duduk selalu disediakan di setiap gerbong kereta. Setiap tempat duduk bisa menampung 8 orang penumpang. Empuk dan nyaman, itulah kata yang dapat menggambarkan kondisi tempat duduk tersebut. Berikut ini adalah tempat duduk yang akan sering dilihat oleh penumpang KRL







2. Tempat duduk prioritas

Dari namanya aja ketahuan ya kalau tempat duduk ini khusus untuk penumpang tertentu. Kategori penumpang yang maksud adalah ibu hamil, ibu yang membawa balita, lansia dan penyandang disabilitas. Tempat duduk prioritas ini dapat menampung 3 orang penumpang. Tapi pasti ada yang nanya, kalau jumlah kategori penumpang tersebut banyak dan jumlah kursi prioritasnya tidak cukup, mereka akan duduk dimana? Tenang... Disini tingkat kepekaan penumpang lain akan diuji. Penumpang yang lebih muda atau yang merasa dirinya sehat akan memberikan tempat duduknya bagi penumpang kategori tersebut. Jadi penumpang prioritas ini akan duduk di tempat duduk biasa. Nah ini adalah lokasi tempat duduk prioritas yang terdapat di ujujng tiap gerbong kereta














3. Pegangan tangan

PT. KAI menyediakan fasilitas pegangan tangan bagi penumpang yang berdiri. Tujuannya adalah agar penumpang yang berdiri dapat menyeimbangkan posisinya selagi kereta sedang melaju. Tinggi dari pegangan tangan ini disesuaikan dengan penumpang, yaitu tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Bentuknya terdapat 2 yaitu segitiga dan lingkaran yang masing-masing berwarna putih








4. Tempat menaruh tas

Tempat ini sangat dibutuhkan bagi penumpang yang membawa tas besar atau tas yang berat. Letaknya ada di depan gantungan untuk pegangan tangan dan tepat diatas tempat duduk penumpang. Bentuknya memanjang, berwarna putih dan bermotif seperti jaring. Biasanya di waktu-waktu padat seperti saat pagi hari (05.00-09.00) dan saat sore menjelang malam hari (17.00-21.00), tempat ini sudah dipenuhi dengan tas-tas penumpang. Berikut adalah gambar untuk fasilitas ini










5. TV

Walaupun di kereta, siapa bilang ga ada fasilitas ini. Fungsi TV disini sebagai media hiburan bagi penumpang selama di dalam perjalanan. Content yang ditampilkan beraneka ragam. Mulai dari thriller film-film yang akan tayang di bioskop, tips-tips dalam bentuk tulisan mengenai kehidupan dan lingkungan sehari-sehari, lelucon dan tentunya sebagai media advertising. PT KAI juga menggunakan media TV sebagai alat untuk memberitahukan informasi mengenai KRL, mulai dari aturan-aturan yang harus ditaati dan cara membeli tiket. Lokasi TV ini berada di tengah setiap gerbong kereta dan memiliki 2 sisi, sehingga penumpang dapat melihat dari 2 arah yang posisi yang berbeda.





Nah gimana guys? Keren juga ya KRL sekarang. Tapi jangan salah, fasilitasnya ga cuma ini aja. Fasilitas-fasilitas di dalam KRL lainnya akan dibahas pada blog selanjutnya.

Semoga bermanfaat yaa informasi ini! :)





Minggu, 12 Maret 2017

KRL rules

Hai semuanyaaa! Gimana kabar kalian hari ini? Semoga selalu sehat yaa. Kali ini kita akan membahas mengenai peraturan yang harus ditaati selama berada di lingkungan Stasiun dan selama di dalam kereta. Mungkin ada beberapa dari kalian ada yang belum mengetahui. Yuk cari tau dibawah ini

Aturan selama di dalam area Stasiun dan di dalam kereta sebenarnya hampir sama. Selama Anda di Stasiun, Anda harus memperhatikan :
1. Barang bawaan Anda
2. Tidak membuang sampah sembarangan
3. Menunggu kereta di belakang garis kuning yang terdapat di setiap jalur
4. Ketika kereta datang, Anda harus memberikan jalan untuk penumpang yang turun dari kereta terlebih dahulu (hal ini yang menjadi keprihatinan selama ini, karena kebanyakkan penumpang yang akan naik mendorong penumpang yang akan turun, sehingga penumpang yang akan turun terdorong masuk kembali ke dalam KRL)



Selama di dalam kereta terdapat peraturan yang harus Anda perhatikan. Peraturannya adalah :
1. Dilarang membawa benda mudah terbakar
2. Dilarang membawa senjata api/tajam tanpa izin
3. Dilarang makan & minum
4. Dilarang merokok
5. Dilarang membawa binatang
6. Dilarang duduk di lantai & menggunakan kursi lipat
7. Dilarang membuang sampah sembarangan
8. Dilarang berjualan
9. Dilarang ngamen
10. Dilarang membawa benda berbau menyengat

Keseluruhan peraturan di dalam kereta tersebut dapat kita lihat di pintu gerbang kereta.



Ada beberapa aturan pula yang disampaikan secara lisan oleh petugas KRL lewat speaker. Aturan tersebut adalah :
1. Tidak mengganjal pintu kereta
 Banyak penumpang yang takut jika tidak dapat masuk ke dalam KRL karena kereta akan segera diberangkatkan. Alhasil penumpang yang berusaha naik akan menahan pintu KRL agar tidak tertutup. Tidak sedikit juga yang tangannya terjepit pintu.

2. Tidak bersandar pada pintu kereta
Banyaknya penumpang dengan jumlah kursi yang disediakan oleh pihak KRL tidak seimbang jumlahnya. Hal itu membuat penumpang yang tidak mendapatkan kursi harus berdiri selama perjalanan kereta berlangsung. Ada beberapa penumpang yang tidak kuat berdiri lama-lama karena pegal, maka mereka bersandar pada pintu untuk mengurangi rasa pegal. Tindakan ini tentu berbahaya karena jika pintu KRL terbuka, maka penumpang bisa jatuh ke luar.

3. Hati-hati pada celah peron saat turun / naik kereta
Ada jarak kecil yang terlihat antara peron dan kereta. Terkadang karena suasana kereta yang begitu padat, penumpang yang turun maupun naik lebih fokus pada bagaimana cara keluar atau masuk kereta. Padahal ada jarak berupa lubang yang memungkinkan kaki penumpang terperosok ke dalamnya. Hal ini selalu disampaikan oleh petugas lewat speaker sebelum kereta berhenti di setiap stasiun.


3. Memberikan kursi prioritas kepada Ibu hamil, Ibu membawa balita, Lansia serta penyandang disabilitas
Kita harus menghargai orang-orang tersebut sepadat apapun kondisi di dalam kereta. Respect harus menjadi nomor satu.





4. Tidak duduk menggunakan kursi lipat
Coba Anda bayangkan kalau penumpang yang berdiri semuanya membawa kursi lipat, tentunya akan mengganggu penumpang lain yang akan keluar kan

Kelihatannya banyak yaa. Tapi sebenarnya, peraturan selama di dalam kereta sama halnya ketika naik tranportasi umum lainnya. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi kita sebagai pengguna KRL selama dalam perjalanan hingga sampai stasiun tujuan akhir. Di setiap gerbong kereta pasti ada petugas PKD yang berjaga. Jangan sampai ditegur oleh petugas PKD yaa kalau tidak mau malu.

So, taati peraturan ya guys

Senin, 06 Maret 2017

How to Use KRL Commuter Line

Hello everyone! Melanjutkan post minggu lalu mengenai sejarah singkat KRL, kali ini akan lebih dibahas mengenai gimana sih cara menggunakan KRL as public transportation? Kita akan sama-sama membahas mulai dari mengetahui jadwal kedatangan KRL, cara membeli tiketnya, dan jalur mana saja yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Pertama, Anda harus tau jadwal keberangkatan kereta dari stasiun tempat Anda berangkat. Jadwal kedatangan kereta dapat dilihat pada situs resmi KRL di www.krl.co.id. Semuanya sudah lengkap disana dimulai dari jadwal keberangkatan, rute kereta, info-info penting dari KRL. Setelah itu Anda cukup datang minimal 30 menit sebelum kereta datang, karena biasanya sudah banyak antrian pengguna lainnya yang menunggu dan berbaris. Terutama di jam-jam tertentu seperti jam pergi ke kantor (05.00-09.00 WIB) dan jam pulang kantor (16.00-20.00 WIB). Namun perlu diingat bahwa beberapa kali kedatangan kereta tidak sesuai dengan jadwal yang sudah tertera di website. Anda tetap harus datang tepat waktu agar dapat masuk ke dalam KRL. Seperti pepatah mengatakan "Sedia payung sebelum hujan", begitu pula Anda harus bersiap-siap menyambut kedatangan kereta.



Sekarang bagaimana caranya mendapatkan tiket KRL? Anda cukup datang ke loket pembelian tiket KRL, kemudian menyebutkan kepada petugas yang berjaga di Loket mengenai stasiun tujuan Anda. Tiket yang akan Anda dapatkan berupa kartu. Kartu ini akan berisi stasiun tujuan akhir Anda. Jika Anda belum mempunyai kartu maka Anda harus membelinya terlebih dahulu dengan harga Rp 10.000,-. Kartu ini nantinya dapat dikembalikan dan uang Anda akan di refund (dikembalikan juga), namun jika Anda tidak ingin mengembalikannya, tidak jadi masalah selama kartu ini tidak hilang. Pembelian tiket juga dapat dilakukan di mesin tiket KRL (vending machine). Disini Anda membeli tiket dan memilih sendiri stasiun tujuan akhir Anda. Berikut adalah contoh kartu KRL yang akan Anda dapatkan



Sekarang Anda sudah memiliki tiket di tangan Anda. Langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam kereta sesuai tujuan Anda. Usahakan untuk datang tepat waktu dan tetap menjaga keselamatan Anda saat di luar juga di dalam kereta. Kita akan bahas kembali mengenai rute perjalanan. Anggap perjalanan Anda sama dengan perjalanan saya yaitu dari stasiun Bekasi menuju Stasiun Palmerah. Kereta paling pertama sesuai website dari Bekasi menuju Jakarta Kota adalah 05:38. Artinya waktu maksimal Anda datang yaitu 05:30. Setelah itu Anda cukup menunggu kereta datang dengan berdiri di belakang garis kuning yang sudah tersedia. Jalur tempat Anda berdiri tergantung dengan informasi melalui speaker yang disampaikan oleh petugas. Bisa di jalur 2, 3 bahkan 4.




Garis kuning sebagai batas Anda berdiri. Jika Anda melebihi garis kuning, kemungkinan Anda untuk terserempet dengan kereta semakin besar. Ketika kereta datang, usahakan untuk tidak masuk terburu-buru dan tetap menjaga barang bawaan Anda.

Setelah berada pada kereta jurusan Jakarta Kota, jangan lupa untuk transit (berpindah kereta) di stasiun Manggarai. Perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Manggarai kurang lebih 30 menit dengan melewati 7 stasiun. Jangan heran apabila Anda melihat begitu banyak masyarakat yang turun di stasiun Manggarai. Alasannya akan dijelaskan pada posting blog mendatang mengenai kepadatan KRL Commuter Line.

Tiba saatnya Anda turun dari stasiun Manggarai. Setelah itu Anda akan berpindah jalur kereta ke arah Duri atau Jatinegara. Jalur yang biasanya digunakan adalah jalur 5. Tetapi, Anda tetap harus mendengarkan instruksi dari petugas karena bisa saja kereta berpindah ke jalur yang berbeda. Biasanya karena akan ada kereta dari luar kota atau kereta arah Jakarta Kota menggunakan jalur tersebut. Ingat bahwa Anda akan transit di stasiun Tanah Abang, dan kedua tujuan kereta  tersebut sama-sama akan melewati stasiun Tanah Abang. Jangan heran pula apabila begitu ramai dan sulitnya masuk ke dalam kereta jurusan ini. Anda harus bersiap tenaga melawan semua kesulitan yang ada. Jangan lupa ketika sudah di Tanah Abang, Anda harus transit pada stasiun ini.

Ketika sudah sampai di stasiun Tanah Abang, perjuangan Anda tinggal selangkah lagi. Anda berpindah jalur kereta ke arah Serpong atau Parung Panjang. Disini Anda tidak akan terlalu shock melihat jumlah masyarakat yang naik ke dalam kereta arah Serpong atau parung Panjang. Anda cukup menunggu di jalur 5 atau 6 pada stasiun Tanah Abang. Jangan lupa pula untuk turun di stasiun Palmerah yang menjadi stasiun pemberhentian pertama ketika kereta berhenti untuk menurunkan penumpangnya.

Perjuangan Anda telah selesai. Anda sudah sampai di stasiun tujuan Anda dengan selamat.
Bagaimana? Mudah kan menggunakan KRL?


Selamat mencoba :)


Kamis, 02 Maret 2017

Mass Public Transportation (KRL Commuter Line)

Transportasi paling hemat dan banyak digandrungi masyarakat Indonesia khususnya Jabodetabek adalah Kereta Api. KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter line, adalah anak dari PT. Kereta Indonesia yang mengelola KA Jabodetabek. Murahnya harga tiket yang ditawarkan dan waktu perjalanan yang singkat membuat masyarakat Jabodetabek lebih memilih transportasi ini dibandingkan transportasi lainnya.






Harga tiket yang ditawarkan untuk 1 kali perjalanan berkisar antara Rp 4.000,- sampai Rp 5.000,-. Perbedaan harga tiket ditentukan dari berapa kali transit (berpindah kereta). Saya sendiri adalah pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek yang berangkat dari stasiun Bekasi hingga stasiun Palmerah. Harga yang Penulis bayar per perjalanan yaitu Rp 4.000,-. Waktu yang saya perlukan untuk mencapai stasiun Palmerah atau pun sebaliknya kurang lebih 2 jam perjalanan. Tergolong murah dan cepat untuk ukuran transportasi yang melintas antara Bekasi hingga Jakarta Barat.

Rute yang disediakan cukup dipahami. Mungkin untuk pengguna KRL Commuter Line pertama, akan cukup membingungkan. Namun ketika sudah berulang kali menggunakan jasa Commuter Line pasti akan mudah memahami dan mengingat rutenya. Dibawah ini adalah rute KRL Commuter Line Jabodetabek





Oke memang cukup ruwet jika dilihat secara sekilas. Tapi sebenarnya jika dilihat baik-baik, rutenya tidak terlalu memusingkan. Misalnya saja kita lihat dari yang paling mudah terlebih dahulu, Anda berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Jakarta Kota. Anda cukup naik 1 kali saja menuju Jakarta Kota, karena terdapat kereta dari Bekasi menuju Jakarta Kota. Warna jalur yang digunakan adalah biru muda.

Kita beralih ke jalur yang berbeda . Misalnya Anda berangkat dari stasiun Bekasi ke stasiun Pasar Senen. Tentunya Anda akan kesulitan mencari dimana letak Pasar Senen pada peta KRL. Tenang saja, jika Anda jeli dan sabar membaca petanya pasti Anda bisa. Pasar Senen berada di atas atau setelah stasiun Gang Sentiong. Yang harus Anda lakukan adalah dari stasiun Bekasi, Anda naik kereta ke arah Jakarta Kota, kemudian turun di stasiun Jatinegara. Mengapa turun? Karena Anda akan berganti kereta dan berganti jalur ke arah tujuan Anda yaitu Pasar Senen. Kereta jurusan Jakarta Kota tidak akan melewati stasiun Pasar Senen. Setelah Anda turun, maka Anda langsung naik kereta ke arah Kampung Bandan, Duri, atau Bogor. Ketiga stasiun yang sudah saya sebutkan sama-sama memiliki rute yang sama, namun berbeda pada stasiun akhirnya saja.

Kita beralih pada perpindahan 2 kali jalur kereta. Ini tidak sesulit yang kalian bayangkan, hanya saja Anda butuh fokus yang ekstra. Misalnya Anda berangkat dari stasiun Tangerang menuju stasiun Bekasi. Pertama Anda akan naik tujuan kereta satu-satunya yaitu Tanah Abang dengan warna jalur coklat pada peta. Tanah Abang ini merupakan stasiun tujuan akhir Anda. Setelah turun di Tanah Abang, Anda akan naik kereta ke arah Manggarai atau Bogor, kemudian Anda turun di Manggarai. Warna jalur yang Anda lihat adalah warna orange. Setelah dari Manggarai maka Anda akan naik kereta ke arah Bekasi. Warna jalur yang Anda lihat adalah biru. Setelah itu Anda akan sampai dan turun di Stasiun Bekasi. Cukup mudah dipahami jika Anda selalu menggunakan transportasi ini.

PT. KAI Commuter Jabodetabek hadir sebagai solusi atas kompleksnya transportasi di daerah perkotaan saat ini. Untuk itu diharapkan masyarakat Jabodetabek dapat menggunakan fasilitas transportasi ini sehingga terdapat pengurangan kepadatan transportasi di daerah perkotaan.