Selasa, 04 Juli 2017

Fasilitas di dalam Stasiun Kereta Jabodetabek Part 1

Halo semuanyaaa!
Gimana kabarnya hari ini? Semoga baik-baik semuanya yaa. 

Kali ini kita akan membahas mengenai fasilitas di dalam Stasiun Kereta Jabodetabek. Penasaran sebenernya ada apa saja di dalamnya. Yuk kita bahas.

Bukan hanya fasilitas di dalam KRL yang diperhatikan, namun fasilitas di dalam Stasiun juga perlu diperhatikan mengingat kenyamanan Stasiun menjadi faktor penting kita sebagai pengguna KRL dalam menunggu kereta datang. Beberapa fasilitas di dalam Stasiun yang sudah di rangkum adalah :

1. Tempat duduk


Tempat duduk di Stasiun Bekasi

Benda ini paling penting banget ya Commuters, apalagi kalau kereta yang ditunggu masih lama datangnya. Keberadaan benda ini dapat membantu penumpang untuk mengurangi rasa capek karena berdiri terlalu lama. Biasanya di setiap stasiun disediakan bangku panjang yang memuat 4 kursi berjejeran ke samping. 

2. Tempat Sampah


Tempat sampah di Stasiun Bekasi


Benda ini juga ga kalah penting guys! Pasalnya, mayoritas setiap orang pasti membawa sampah entah itu kertas atau pun sisa makanan dan minuman. Untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan di dalam kereta, maka petugas menghimbau penumpang untuk menyimpan terlebih dahulu sampah masing-masing dan membuangnya di Stasiun tujuan akhir penumpang. Maka tidak heran jika di setiap Stasiun di sediakan tempat sampah yang bertujuan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. 

3. Petunjuk arah tujuan akhir stasiun


Petunjuk arah tujuan akhir stasiun di Stasiun Bekasi


Setiap penumpang yang baru sampai di stasiun pasti akan mencari petunjuk ini. Ya, alat ini memberikan penjelasan tujuan akhir stasiun di setiap jalur kereta. Jika kereta yang dituju belum tersedia, maka akan diberitahukan pula bahwa kereta tujuan stasiun A belum tersedia. Biasa dalam 1 jalan yang panjang terdapat 2 petunjuk arah di masing-masing jalur sebagai petunjuk arahan bagi penumpang. 


Nah masih banyak beberapa fasilitas yang disediakan di dalam setiap Stasiun. Fasilitas-fasilitas lainnya akan dibahas di blog berikutnya yaa

Tetap semangat Commuters!








Rabu, 14 Juni 2017

Kepadatan KRL Commuter Line Part 3

Halo Commuters!

Gimana kabar kalian hari ini? Semoga dalam keadaan baik-baik yaa. Hari ini kita kembali membahas mengenai kepadatan KRL Commuter Line, yang mana menjadi transportasi sahabat masyarakat Jabodetabek.

Banyak masyarakat yang penasaran, sebenernya keadaan di dalam kereta itu kayak gimana sih kalau lagi padat penumpangnya? Waaahhhh rasanya kayak masuk kandang singa, begitu buas penumpang yang berlomba-lomba masuk ke dalam kereta dan juga berlomba-lomba pula untuk bisa keluar dari kereta ketika sampai di Stasiun tujuan. Berikut adalah kondisi di dalam kereta yang padat penumpang 


Stasiun Manggarai dipenuhi Penumpang yang sedang transit

Situasi penumpang-penumpang wanita yang berebut masuk
di Gerbong Kereta Khusus Wanita

Situasi di dalam kereta

Kebayang ya gimana sesaknya di dalam kereta. Kalian bisa bayangin pada gambar ketiga, ketika kalian berada di tengah-tengah dan ingin turun, maka kalian harus segera bergeser ke arah pintu. Pintu kereta biasanya dibuka kurang lebih selama 15 detik setelah itu akan tertutup kembali secara otomatis. Maka dari itu kita harus mempersiapkan diri untuk bergeser ke arah pintu ketika Stasiun yang dituju sudah dekat. Biasanya penumpang yang berada di dekat pintu tidak mau memberikan jalan dengan turun terlebih dahulu karena mereka takut jika turun maka tidak dapat naik kembali. Biasanya pula ketika banyak yang turun di satu stasiun, maka kesempatan untuk penumpang lain berganti posisi menjadi posisi yang lebih nyaman versi mereka. Intinya kita harus gesit agar tidak terdorong oleh penumpang lain.

Jangan kapok ya Commuters untuk menggunakan KRL. 
Semangaaattt



Jumat, 09 Juni 2017

Kepadatan KRL Commuter Line Part 2

Halo semuanyaaa! 

Penasaran yaa sama lanjutan postingan sebelumnya? Kali ini kita akan melanjutkan kembali mengenai keadaan stasiun yang ramai dipenuhi penumpang KRL. Yuk kita mulai!

Berbicara soal kepadatan, pasti kalian penasaran di Stasiun mana saja dan jam berapa saja Stasiun mengalami peningkatan penumpang. Rata-rata Stasiun yang paling ramai yaitu Stasiun Transit dimana banyak orang yang berpindah jalur untuk berganti kereta. Nah biasanya itu Stasiun itu adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Duri. Stasiun Duri tidak terlalu padat jika dibandingkan kedua Stasiun tersebut karena tempat yang tersedia tidak begitu luas. Kita intip dulu kepadatan penumpang di Stasiun-Stasiun tersebut. 


Stasiun Manggarai


Stasiun Tanah Abang


Biasanya untuk orang-orang yang baru menggunakan fasilitas KRL akan bertanya "Kapan ya jam-jam yang aman (sepi) untuk naik kereta?" Saya bisa bilang bahwa hampir 1 hari kereta penuh dengan penumpang, kecuali diatas jam 10 malam. Apalagi di Stasiun Manggarai yang mana menjadi pusat dari pergantian kereta menuju jalur lain (Jakarta Kota, Bekasi, dan Bogor). Hal yang harus dicatat adalah hindari jam-jam sibuk seperti jam masuk kerja (06.00-09.00) dan jam pulang kerja (16.00-20.00), sedangkan di siang hari biasanya dipenuhi oleh ibu-ibu yang membawa barang belanjaan begitu banyak menggunakan kantong plastik besar. Ga percaya? Coba lihat gambar dibawah ini


Stasiun Manggarai dari kereta Bekasi pukul 07.00 WIB




Stasiun Manggarai pukul 20.00 WIB
Iya saya tahu kalian kaget, tapi ya inilah kondisi sebenarnya di TKP. Maka dari itu disarankan buat temen-temen yang memang menggunakan KRL sebagai alat transportasinya atau buat temen-temen yang baru menggunakan KRL, lebih baik kalian coba naik jam yang paling pagi atau yang agak malam sekitar pukul 10, untuk menghindari kepadatan jumlah penumpang.


So, tetap semangat Commuters! Have a nice day!












Kepadatan KRL Commuter Line Part 1

Hai semuanya!

Kali ini kita akan membahas mengenai kepadatan KRL Jabodetabek. Masih inget sama post tentang harga tiket kereta? Yap, harga yang sangat terjangkau dan waktu yang singkat membuat masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di tempat yang jauh dari kediamannya lebih memilih KRL sebagai alat transportasi bagi mereka. Alhasil tidak heran jika melihat kepadatan pada KRL.

Yaaa bagi pengguna KRL Commuter Line pasti sudah tidak asing mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat terutama ibu-ibu. Panas, sempit, bau keringat, mau cepat sampai, semua sudah pasti dirasakan oleh pengguna KRL. Bagaimana tidak? Banyaknya masyarakat yang datang tidak sebanding dengan jumlah gerbong kereta yang disediakan. Lebih baik desek-desekan daripada terlambat sepertinya menjadi slogan bagi para pekerja yang menggunakan jasa KRL ini. Berikut adalah situasi ketika stasiun sedang ramai
Situasi di Stasiun Manggarai


Situasi di Staisun Tanah Abang
Baru liat 2 foto diatas aja udah merinding ya? Yap, inilah situasi Stasiun setiap harinya terutama di Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang. Pasalnya kedua Stasiun ini merupakan stasiun Transit untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta yang berbeda.

"Bisa masuk gak bisa keluar", adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi tersebut. Jika berada pada barisan paling depan, kita bisa masuk ke dalam kereta dengan mudah. Namun belum tentu kita bisa segera keluar di stasiun yang kita tuju. Butuh ekstra tenaga untuk menerobos kuatnya pertahanan orang-orang di dalam kereta yang kekeuh berdiri di tempat tersebut,

Masih penasaran dengan kepadatan-kepadatan selanjutnya? Tenang, saya akan post kembali di blog selanjutnyaa! 

Tetap semangat Commuters! Have a nice day!

Kamis, 01 Juni 2017

Jadwal Baru Perjalanan KRL

Halo semuanyaaa!

Kali ini saya akan membahas tentang Jadwal atau Rute baru perjalanan KRL. Sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan rute sebelumnya, hanya beberapa perpanjangan stasiun dan jam perjalanan. Buat kalian yang biasanya menggunakan KRL tapi belum tahu tentang peraturan ini, yuk kita simak dulu 

Terhitung sejak tanggal 1 April, PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) menerapkan aturan baru mengenai rute KRL. Hanya beberapa saja yang berubah yaitu kereta dari Bekasi ke Jakarta Kota akan dialihkan melewati Pasar Senen, Kemayoran, Kampung Bandan, baru menuju Jakarta Kota. Namun jangan khawatir karena kereta dari Bekasi menuju Jakarta Kota lewat Manggarai, Cikini masih tetap ada. Hanya saja waktunya yang berubah. Selain itu saat ini kereta juga sudah tersedia lebih pagi yaitu pukul 04.30 WIB. Jadi jangan khawatir untuk teman-teman yang ingin berangkat lebih pagi karena KRL sudah tersedia. Berikut adalah jadwal pemberangkatan KRL dari stasiun Bekasi :





Keterangan :

Hijau      : Kereta arah Bekasi - Jakarta Kota via Jatinegara, Pasar Senen
Putih     : Kereta arah Bekasi - Jakarta Kota via Manggarai, Cikini
Kuning : Kereta arah Bekasi - Manggarai (Feeder)

Alasan mengapa diatur rute Bekasi - Jakarta Kota via Pasar Senen yaitu untuk menghindari kepadatan di stasiun Manggarai pada jam-jam padat. Setidaknya dapat mengurangi antrean di stasiun Manggarai. 

Feeder adalah sebutan bagi kereta yang menuju stasiun tertentu (bukan stasiun tujuan akhir) kemudian kembali ke stasiun awal. Stasiun feeder yang sering dilaksanakan yaitu dari tujuan Bekasi ke Manggarai untuk mengangkut penumpang lebih banyak di jam-jam sibuk. Feeder juga pernah dilakukan untuk tujuan Sudirman, Karet, Tanah Abang sampai Duri. Biasanya Feeder berasal dari Dipo (tempat akhir kereta).

Selain itu, PT KCJ juga membuat aturan bahwa stasiun Angke kali ini dilakukan pemberhentian. Biasanya stasiun Angke hanya dilewati saja, sekarang sudah dapat dilakukan untuk naik dan turun penumpang. Hal yang paling dinanti juga adalah untuk tujuan Rangkas Bitung sekarang sudah tersedia. Anda dapat naik kereta di stasiun Tanah Abang di jalur 5 atau 6 dengan tujuan Rangkas Bitung. Biasanya kereta di jalur 5 atau 6 paling jauh hanya Parung Panjang namun sekarang sudah diperpanjang hingga Rangkas Bitung. 

Menurut pendapat saya, aturan ini awalnya membingungkan karena informasi yang dipahami warga berbeda dengan yang sebenarnya. Warga mengira bahwa seluruh perjalanan KRL mengalami perubahan, nyatanya tidak. Namun beruntunglah bahwa pada hari H, semua berjalan dengan lancar karena pihak PKD atau petugas KRL dengan sabar menjelaskan dan menjawab pertanyaan dari penumpang. 

Namun jangan khawatir Commuters, kalau kalian membaca baik-baik peta dan mendengarkan arahan dari petugas, pasti kalian akan paham dengan rute kereta yang sekarang. Selamat mencoba Commuters!

Jumat, 07 April 2017

Komunitas Vespa

Komunitas          : Komunitas Vespa
Username IG     : Vespapora.id

Transportasi selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dimulai dari yang disebut “Jadul” sampai dengan “Kekinian”. Adanya transportasi memudahkan masyarakat dalam  mengantarkan ke tempat tujuan mereka.  Kali ini kelompok saya membahas mengenai komunitas Vespa, salah satu kendaraan “jadul” yang sempat booming di era 60’an. Komunitas Vespa yang kelompok saya amati yaitu Vespapora.id.

Pada Instagram tersebut, saya mengamati aktivitas di dalam media sosial tersebut. Rata-rata aktivitas yang terlihat yaitu me-repost atau meng-upload ulang post milik orang lain. Pada bulan November terdapat kata kunci #vespaindonesia #vespa #vespajogja #vespamedan #vespajakarta #komunitasvespa #vespagram #vespapora. Kata kunci inilah yang menjadikan post setiap orang akan di repost kembali oleh akun Vespapora ini. Motif dari setiap aktivitas repost ini aalah mendukung untuk mengendarai dan memodifikasi vespa serta melestarikan tranportasi jadul. Kebiasaan me-repost ini dilakukan untuk setiap post yang dilakukan oleh member komunitas ini, contohnya admin Vespapora me-repost design atau modifikasi vespa yang unik. Vespa yang unik ini di design sedemikian rupa oleh para pencinta vespa kemudian men-tag foto tersebut pada akun Vespapora.id. Rules yang diterapkan pada akun Vespapora tentunya followers yang ingin di-repost foto unggahannya harus menyukai vespa, memiliki kendaraan vespa kemudian membuat hashtag mengenai vespa. Nilai yang dianut adalah nilai kebudayaan dimana vespa sebagai alat tranportasi jaman dahulu tetap dilestarikan dan tidak kalah designnya dengan motor-motor keluaran terbaru.

Pada bulan Desember, kata kunci yang terdapat di hampir setiap post adalah #vespasolidarity #nstavespa #vespaindonesia #infovespa #vespagirl #scooter. Ternyata ada juga pencinta vespa yang berasal dari kalangan perempuan. Untuk motif di bulan ini lebih kepada mengumpulkan followers-followers di Indonesia untuk bersama-sama meng-explore kota menggunakan vespa. Kebiasaan comment yang sering terlihat pada bulan ini adalah mengunggah daily quotes secara rutin dari followers atau member Vespapora.id. Daily quotes ini dapat membantu member lain untuk menjalani hari-hari dengan penuh syukur.

Terakhir di bulan Januari, kata kunci yang terlihat yaitu #vespagram #vespaworld #vespaclassic #vespalovers #vespastyle #vespanesia dan #naikvespayuk. Setiap repost yang dilakukan hampir sama dengan bulan November yaitu tentang modifikasi vespa terunik, foto pemilik vespa dengan vespa kesayangannya. Terkadang pada postingan si followers yang di repost oleh akun Vespapora.id, bagian caption diisi dengan kata-kata manis atau buaian yang dihubungkan dengan vespa. Misalnya : “Ada yg bisa dibantu, neng??? Iyaa!!! Boleh abang yg gantiin jd Vespanya??? *mauuu”, #Respost @nitawidya18 with @repostapp aku +kamu= bahagia #vespapx #vespaselfie #vespagram #vespagraphy #vespaporaid #vespapora #vsprabe #vespa #vespaindonesia #vespisti #vespaworld #scooterist. Untuk bagian rules dan nilai di setiap bulannya sama.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah komunitas Vespa ini sangat positif. Terbukti dari setiap comment yang diperlihatkan begitu positif tanpa mengandung SARA atau menjelek-jelekkan orang lain. Komunitas ini juga semakin diperkuat dengan adanya kreativitas dari followers-followers yang mengunggah design vespanya untuk memberikan inspirasi bagi member-member lainnya. Komunitas seperti ini sangat diperlukan di Indonesia untuk mengembangkan budaya Indonesia dan menampung kreativitas anak-anak Bangsa.



Hidup Indonesia!

Senin, 03 April 2017

KRL Facilities Part 2

Hai semuanyaaa! 
Udah baca post yang kemarin belum? Post kali ini adalah lanjutan dari post yang sebelumnya, yaitu tentang KRL Facilities. Di post sebelumnya, ada banyak ya fasilitas yang disediakan oleh PT. KAI. Nah sekarang adalah lanjutan fasilitas yang kalian perlu tau juga. Yuk simak dibawah ini : 

1. AC

Jaman dulu, sudah ada juga kereta listrik (KRL) tapi anginnya alami yaitu dari pintu dan jendela kereta. Sekarang KRL sudah ber-AC. Penumpang jangan takut ngerasa kepanasan, karena di setiap gerbong sudah disediakan AC. So, don't worry guys!



2. Peta

Kalo kalian lihat baik-baik bagian atas pintu masuk / keluar, disitu tertera peta yang menjabarkan rute KRL Jabodetabek. Beralih ke bagian bawah peta terdapat informasi mengenai tata cara penggunaan tiket dengan benar untuk menghindari pinalti / suplisi. Kemudian, di bagian tengah pintu juga terdapat aturan-aturan KRL seperti yang sudah dibahas pada post "KRL Rules". Penempatan peta, informasi tentang tiket dan aturan juga merupakan fasilitas yang disediakan bagi penumpang agar memahami jalur yang akan ditempuh, paham akan penggunaan tiket dan tetap mengingat aturan yang diterapkan. 





3. Tombol Darurat

Dalam melakukan perjalanan, kita tidak bisa memprediksi kapan terjadinya kecelakaan. Tentu kita selalu berusaha menghindari kecelakaan. Namun ketika sesuatu terjadi di dalam transportasi umum, langkah pertama yang harus dilakukan oleh penumpanga adalah memberitahukan pengemudi. Sama halnya dengan KRL. Ketika sesuatu terjadi di dalam kereta, maka harus segera diberitahukan kepada masinis agar segera dapat diatasi. Tombol darurat berada di setiap gerbong, di sebelah pintu tepatnya, Ketika tombol ditekan maka akan langsung terhubung dengan kabin masinis dan lampu peringatan akan menyala





4. Speaker 

Fasilitas ini juga disediakan di setiap gerbong. Petugas KA akan menginformasikan melalui speaker  mengenai arah tujuan kereta, pemberitahuan stasiun selanjutnya sehingga penumpang tidak salah turun, reminder untuk selalu menjaga barang bawaan dan tiket, serta aturan jika kereta mengalami gangguan (apa saja yang harus dilakukan dan alat-alat apa saja yang mendukung evakuasi). 



sumber : krl.co.id



5. Tuas pintu 

Tuas pintu ini adalah alat yang disebut oleh speaker untuk membuka pintu dalam keadaan darurat. Caranya adalah dengan memutar tuas dalam 1 kereta secara manual. Putar tuas di bawah kursi penumpang untuk membuka pintu dan keluar perlahan-lahan sambil melihat keadaan sekitar kereta. Tindakan ini harus sesuai dengan arahan petugas. Jika kereta dalam keadaan tidak darurat dan membuka pintu secara paksa, maka akan membahayakan penumpang lain. 




Itu dia fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pihak KRL. Sebagai penumpang, tentu kita harus menjaga fasilitas yang disediakan dan tetap menaati peraturan yang ada. 

Selamat menikmati fasilitas KRl guys

Kamis, 23 Maret 2017

KRL Facilities

Halo semuanyaaa! Gimana kabarnya hari ini? Semoga baik-baik aja ya semuanya! Kali ini, saya ingin membahas tentang fasilitas di dalam KRL. Pasti penasaran ya, emang ada apa aja sih di dalam KRL? Oke yuk kita lihat ada apa aja

1. Tempat duduk

Ini adalah hal utama dari setiap kendaraan umum. Tempat duduk selalu disediakan di setiap gerbong kereta. Setiap tempat duduk bisa menampung 8 orang penumpang. Empuk dan nyaman, itulah kata yang dapat menggambarkan kondisi tempat duduk tersebut. Berikut ini adalah tempat duduk yang akan sering dilihat oleh penumpang KRL







2. Tempat duduk prioritas

Dari namanya aja ketahuan ya kalau tempat duduk ini khusus untuk penumpang tertentu. Kategori penumpang yang maksud adalah ibu hamil, ibu yang membawa balita, lansia dan penyandang disabilitas. Tempat duduk prioritas ini dapat menampung 3 orang penumpang. Tapi pasti ada yang nanya, kalau jumlah kategori penumpang tersebut banyak dan jumlah kursi prioritasnya tidak cukup, mereka akan duduk dimana? Tenang... Disini tingkat kepekaan penumpang lain akan diuji. Penumpang yang lebih muda atau yang merasa dirinya sehat akan memberikan tempat duduknya bagi penumpang kategori tersebut. Jadi penumpang prioritas ini akan duduk di tempat duduk biasa. Nah ini adalah lokasi tempat duduk prioritas yang terdapat di ujujng tiap gerbong kereta














3. Pegangan tangan

PT. KAI menyediakan fasilitas pegangan tangan bagi penumpang yang berdiri. Tujuannya adalah agar penumpang yang berdiri dapat menyeimbangkan posisinya selagi kereta sedang melaju. Tinggi dari pegangan tangan ini disesuaikan dengan penumpang, yaitu tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Bentuknya terdapat 2 yaitu segitiga dan lingkaran yang masing-masing berwarna putih








4. Tempat menaruh tas

Tempat ini sangat dibutuhkan bagi penumpang yang membawa tas besar atau tas yang berat. Letaknya ada di depan gantungan untuk pegangan tangan dan tepat diatas tempat duduk penumpang. Bentuknya memanjang, berwarna putih dan bermotif seperti jaring. Biasanya di waktu-waktu padat seperti saat pagi hari (05.00-09.00) dan saat sore menjelang malam hari (17.00-21.00), tempat ini sudah dipenuhi dengan tas-tas penumpang. Berikut adalah gambar untuk fasilitas ini










5. TV

Walaupun di kereta, siapa bilang ga ada fasilitas ini. Fungsi TV disini sebagai media hiburan bagi penumpang selama di dalam perjalanan. Content yang ditampilkan beraneka ragam. Mulai dari thriller film-film yang akan tayang di bioskop, tips-tips dalam bentuk tulisan mengenai kehidupan dan lingkungan sehari-sehari, lelucon dan tentunya sebagai media advertising. PT KAI juga menggunakan media TV sebagai alat untuk memberitahukan informasi mengenai KRL, mulai dari aturan-aturan yang harus ditaati dan cara membeli tiket. Lokasi TV ini berada di tengah setiap gerbong kereta dan memiliki 2 sisi, sehingga penumpang dapat melihat dari 2 arah yang posisi yang berbeda.





Nah gimana guys? Keren juga ya KRL sekarang. Tapi jangan salah, fasilitasnya ga cuma ini aja. Fasilitas-fasilitas di dalam KRL lainnya akan dibahas pada blog selanjutnya.

Semoga bermanfaat yaa informasi ini! :)





Minggu, 12 Maret 2017

KRL rules

Hai semuanyaaa! Gimana kabar kalian hari ini? Semoga selalu sehat yaa. Kali ini kita akan membahas mengenai peraturan yang harus ditaati selama berada di lingkungan Stasiun dan selama di dalam kereta. Mungkin ada beberapa dari kalian ada yang belum mengetahui. Yuk cari tau dibawah ini

Aturan selama di dalam area Stasiun dan di dalam kereta sebenarnya hampir sama. Selama Anda di Stasiun, Anda harus memperhatikan :
1. Barang bawaan Anda
2. Tidak membuang sampah sembarangan
3. Menunggu kereta di belakang garis kuning yang terdapat di setiap jalur
4. Ketika kereta datang, Anda harus memberikan jalan untuk penumpang yang turun dari kereta terlebih dahulu (hal ini yang menjadi keprihatinan selama ini, karena kebanyakkan penumpang yang akan naik mendorong penumpang yang akan turun, sehingga penumpang yang akan turun terdorong masuk kembali ke dalam KRL)



Selama di dalam kereta terdapat peraturan yang harus Anda perhatikan. Peraturannya adalah :
1. Dilarang membawa benda mudah terbakar
2. Dilarang membawa senjata api/tajam tanpa izin
3. Dilarang makan & minum
4. Dilarang merokok
5. Dilarang membawa binatang
6. Dilarang duduk di lantai & menggunakan kursi lipat
7. Dilarang membuang sampah sembarangan
8. Dilarang berjualan
9. Dilarang ngamen
10. Dilarang membawa benda berbau menyengat

Keseluruhan peraturan di dalam kereta tersebut dapat kita lihat di pintu gerbang kereta.



Ada beberapa aturan pula yang disampaikan secara lisan oleh petugas KRL lewat speaker. Aturan tersebut adalah :
1. Tidak mengganjal pintu kereta
 Banyak penumpang yang takut jika tidak dapat masuk ke dalam KRL karena kereta akan segera diberangkatkan. Alhasil penumpang yang berusaha naik akan menahan pintu KRL agar tidak tertutup. Tidak sedikit juga yang tangannya terjepit pintu.

2. Tidak bersandar pada pintu kereta
Banyaknya penumpang dengan jumlah kursi yang disediakan oleh pihak KRL tidak seimbang jumlahnya. Hal itu membuat penumpang yang tidak mendapatkan kursi harus berdiri selama perjalanan kereta berlangsung. Ada beberapa penumpang yang tidak kuat berdiri lama-lama karena pegal, maka mereka bersandar pada pintu untuk mengurangi rasa pegal. Tindakan ini tentu berbahaya karena jika pintu KRL terbuka, maka penumpang bisa jatuh ke luar.

3. Hati-hati pada celah peron saat turun / naik kereta
Ada jarak kecil yang terlihat antara peron dan kereta. Terkadang karena suasana kereta yang begitu padat, penumpang yang turun maupun naik lebih fokus pada bagaimana cara keluar atau masuk kereta. Padahal ada jarak berupa lubang yang memungkinkan kaki penumpang terperosok ke dalamnya. Hal ini selalu disampaikan oleh petugas lewat speaker sebelum kereta berhenti di setiap stasiun.


3. Memberikan kursi prioritas kepada Ibu hamil, Ibu membawa balita, Lansia serta penyandang disabilitas
Kita harus menghargai orang-orang tersebut sepadat apapun kondisi di dalam kereta. Respect harus menjadi nomor satu.





4. Tidak duduk menggunakan kursi lipat
Coba Anda bayangkan kalau penumpang yang berdiri semuanya membawa kursi lipat, tentunya akan mengganggu penumpang lain yang akan keluar kan

Kelihatannya banyak yaa. Tapi sebenarnya, peraturan selama di dalam kereta sama halnya ketika naik tranportasi umum lainnya. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi kita sebagai pengguna KRL selama dalam perjalanan hingga sampai stasiun tujuan akhir. Di setiap gerbong kereta pasti ada petugas PKD yang berjaga. Jangan sampai ditegur oleh petugas PKD yaa kalau tidak mau malu.

So, taati peraturan ya guys

Senin, 06 Maret 2017

How to Use KRL Commuter Line

Hello everyone! Melanjutkan post minggu lalu mengenai sejarah singkat KRL, kali ini akan lebih dibahas mengenai gimana sih cara menggunakan KRL as public transportation? Kita akan sama-sama membahas mulai dari mengetahui jadwal kedatangan KRL, cara membeli tiketnya, dan jalur mana saja yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Pertama, Anda harus tau jadwal keberangkatan kereta dari stasiun tempat Anda berangkat. Jadwal kedatangan kereta dapat dilihat pada situs resmi KRL di www.krl.co.id. Semuanya sudah lengkap disana dimulai dari jadwal keberangkatan, rute kereta, info-info penting dari KRL. Setelah itu Anda cukup datang minimal 30 menit sebelum kereta datang, karena biasanya sudah banyak antrian pengguna lainnya yang menunggu dan berbaris. Terutama di jam-jam tertentu seperti jam pergi ke kantor (05.00-09.00 WIB) dan jam pulang kantor (16.00-20.00 WIB). Namun perlu diingat bahwa beberapa kali kedatangan kereta tidak sesuai dengan jadwal yang sudah tertera di website. Anda tetap harus datang tepat waktu agar dapat masuk ke dalam KRL. Seperti pepatah mengatakan "Sedia payung sebelum hujan", begitu pula Anda harus bersiap-siap menyambut kedatangan kereta.



Sekarang bagaimana caranya mendapatkan tiket KRL? Anda cukup datang ke loket pembelian tiket KRL, kemudian menyebutkan kepada petugas yang berjaga di Loket mengenai stasiun tujuan Anda. Tiket yang akan Anda dapatkan berupa kartu. Kartu ini akan berisi stasiun tujuan akhir Anda. Jika Anda belum mempunyai kartu maka Anda harus membelinya terlebih dahulu dengan harga Rp 10.000,-. Kartu ini nantinya dapat dikembalikan dan uang Anda akan di refund (dikembalikan juga), namun jika Anda tidak ingin mengembalikannya, tidak jadi masalah selama kartu ini tidak hilang. Pembelian tiket juga dapat dilakukan di mesin tiket KRL (vending machine). Disini Anda membeli tiket dan memilih sendiri stasiun tujuan akhir Anda. Berikut adalah contoh kartu KRL yang akan Anda dapatkan



Sekarang Anda sudah memiliki tiket di tangan Anda. Langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam kereta sesuai tujuan Anda. Usahakan untuk datang tepat waktu dan tetap menjaga keselamatan Anda saat di luar juga di dalam kereta. Kita akan bahas kembali mengenai rute perjalanan. Anggap perjalanan Anda sama dengan perjalanan saya yaitu dari stasiun Bekasi menuju Stasiun Palmerah. Kereta paling pertama sesuai website dari Bekasi menuju Jakarta Kota adalah 05:38. Artinya waktu maksimal Anda datang yaitu 05:30. Setelah itu Anda cukup menunggu kereta datang dengan berdiri di belakang garis kuning yang sudah tersedia. Jalur tempat Anda berdiri tergantung dengan informasi melalui speaker yang disampaikan oleh petugas. Bisa di jalur 2, 3 bahkan 4.




Garis kuning sebagai batas Anda berdiri. Jika Anda melebihi garis kuning, kemungkinan Anda untuk terserempet dengan kereta semakin besar. Ketika kereta datang, usahakan untuk tidak masuk terburu-buru dan tetap menjaga barang bawaan Anda.

Setelah berada pada kereta jurusan Jakarta Kota, jangan lupa untuk transit (berpindah kereta) di stasiun Manggarai. Perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Manggarai kurang lebih 30 menit dengan melewati 7 stasiun. Jangan heran apabila Anda melihat begitu banyak masyarakat yang turun di stasiun Manggarai. Alasannya akan dijelaskan pada posting blog mendatang mengenai kepadatan KRL Commuter Line.

Tiba saatnya Anda turun dari stasiun Manggarai. Setelah itu Anda akan berpindah jalur kereta ke arah Duri atau Jatinegara. Jalur yang biasanya digunakan adalah jalur 5. Tetapi, Anda tetap harus mendengarkan instruksi dari petugas karena bisa saja kereta berpindah ke jalur yang berbeda. Biasanya karena akan ada kereta dari luar kota atau kereta arah Jakarta Kota menggunakan jalur tersebut. Ingat bahwa Anda akan transit di stasiun Tanah Abang, dan kedua tujuan kereta  tersebut sama-sama akan melewati stasiun Tanah Abang. Jangan heran pula apabila begitu ramai dan sulitnya masuk ke dalam kereta jurusan ini. Anda harus bersiap tenaga melawan semua kesulitan yang ada. Jangan lupa ketika sudah di Tanah Abang, Anda harus transit pada stasiun ini.

Ketika sudah sampai di stasiun Tanah Abang, perjuangan Anda tinggal selangkah lagi. Anda berpindah jalur kereta ke arah Serpong atau Parung Panjang. Disini Anda tidak akan terlalu shock melihat jumlah masyarakat yang naik ke dalam kereta arah Serpong atau parung Panjang. Anda cukup menunggu di jalur 5 atau 6 pada stasiun Tanah Abang. Jangan lupa pula untuk turun di stasiun Palmerah yang menjadi stasiun pemberhentian pertama ketika kereta berhenti untuk menurunkan penumpangnya.

Perjuangan Anda telah selesai. Anda sudah sampai di stasiun tujuan Anda dengan selamat.
Bagaimana? Mudah kan menggunakan KRL?


Selamat mencoba :)


Kamis, 02 Maret 2017

Mass Public Transportation (KRL Commuter Line)

Transportasi paling hemat dan banyak digandrungi masyarakat Indonesia khususnya Jabodetabek adalah Kereta Api. KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter line, adalah anak dari PT. Kereta Indonesia yang mengelola KA Jabodetabek. Murahnya harga tiket yang ditawarkan dan waktu perjalanan yang singkat membuat masyarakat Jabodetabek lebih memilih transportasi ini dibandingkan transportasi lainnya.






Harga tiket yang ditawarkan untuk 1 kali perjalanan berkisar antara Rp 4.000,- sampai Rp 5.000,-. Perbedaan harga tiket ditentukan dari berapa kali transit (berpindah kereta). Saya sendiri adalah pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek yang berangkat dari stasiun Bekasi hingga stasiun Palmerah. Harga yang Penulis bayar per perjalanan yaitu Rp 4.000,-. Waktu yang saya perlukan untuk mencapai stasiun Palmerah atau pun sebaliknya kurang lebih 2 jam perjalanan. Tergolong murah dan cepat untuk ukuran transportasi yang melintas antara Bekasi hingga Jakarta Barat.

Rute yang disediakan cukup dipahami. Mungkin untuk pengguna KRL Commuter Line pertama, akan cukup membingungkan. Namun ketika sudah berulang kali menggunakan jasa Commuter Line pasti akan mudah memahami dan mengingat rutenya. Dibawah ini adalah rute KRL Commuter Line Jabodetabek





Oke memang cukup ruwet jika dilihat secara sekilas. Tapi sebenarnya jika dilihat baik-baik, rutenya tidak terlalu memusingkan. Misalnya saja kita lihat dari yang paling mudah terlebih dahulu, Anda berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Jakarta Kota. Anda cukup naik 1 kali saja menuju Jakarta Kota, karena terdapat kereta dari Bekasi menuju Jakarta Kota. Warna jalur yang digunakan adalah biru muda.

Kita beralih ke jalur yang berbeda . Misalnya Anda berangkat dari stasiun Bekasi ke stasiun Pasar Senen. Tentunya Anda akan kesulitan mencari dimana letak Pasar Senen pada peta KRL. Tenang saja, jika Anda jeli dan sabar membaca petanya pasti Anda bisa. Pasar Senen berada di atas atau setelah stasiun Gang Sentiong. Yang harus Anda lakukan adalah dari stasiun Bekasi, Anda naik kereta ke arah Jakarta Kota, kemudian turun di stasiun Jatinegara. Mengapa turun? Karena Anda akan berganti kereta dan berganti jalur ke arah tujuan Anda yaitu Pasar Senen. Kereta jurusan Jakarta Kota tidak akan melewati stasiun Pasar Senen. Setelah Anda turun, maka Anda langsung naik kereta ke arah Kampung Bandan, Duri, atau Bogor. Ketiga stasiun yang sudah saya sebutkan sama-sama memiliki rute yang sama, namun berbeda pada stasiun akhirnya saja.

Kita beralih pada perpindahan 2 kali jalur kereta. Ini tidak sesulit yang kalian bayangkan, hanya saja Anda butuh fokus yang ekstra. Misalnya Anda berangkat dari stasiun Tangerang menuju stasiun Bekasi. Pertama Anda akan naik tujuan kereta satu-satunya yaitu Tanah Abang dengan warna jalur coklat pada peta. Tanah Abang ini merupakan stasiun tujuan akhir Anda. Setelah turun di Tanah Abang, Anda akan naik kereta ke arah Manggarai atau Bogor, kemudian Anda turun di Manggarai. Warna jalur yang Anda lihat adalah warna orange. Setelah dari Manggarai maka Anda akan naik kereta ke arah Bekasi. Warna jalur yang Anda lihat adalah biru. Setelah itu Anda akan sampai dan turun di Stasiun Bekasi. Cukup mudah dipahami jika Anda selalu menggunakan transportasi ini.

PT. KAI Commuter Jabodetabek hadir sebagai solusi atas kompleksnya transportasi di daerah perkotaan saat ini. Untuk itu diharapkan masyarakat Jabodetabek dapat menggunakan fasilitas transportasi ini sehingga terdapat pengurangan kepadatan transportasi di daerah perkotaan.