Jumat, 09 Juni 2017

Kepadatan KRL Commuter Line Part 1

Hai semuanya!

Kali ini kita akan membahas mengenai kepadatan KRL Jabodetabek. Masih inget sama post tentang harga tiket kereta? Yap, harga yang sangat terjangkau dan waktu yang singkat membuat masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di tempat yang jauh dari kediamannya lebih memilih KRL sebagai alat transportasi bagi mereka. Alhasil tidak heran jika melihat kepadatan pada KRL.

Yaaa bagi pengguna KRL Commuter Line pasti sudah tidak asing mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat terutama ibu-ibu. Panas, sempit, bau keringat, mau cepat sampai, semua sudah pasti dirasakan oleh pengguna KRL. Bagaimana tidak? Banyaknya masyarakat yang datang tidak sebanding dengan jumlah gerbong kereta yang disediakan. Lebih baik desek-desekan daripada terlambat sepertinya menjadi slogan bagi para pekerja yang menggunakan jasa KRL ini. Berikut adalah situasi ketika stasiun sedang ramai
Situasi di Stasiun Manggarai


Situasi di Staisun Tanah Abang
Baru liat 2 foto diatas aja udah merinding ya? Yap, inilah situasi Stasiun setiap harinya terutama di Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang. Pasalnya kedua Stasiun ini merupakan stasiun Transit untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta yang berbeda.

"Bisa masuk gak bisa keluar", adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi tersebut. Jika berada pada barisan paling depan, kita bisa masuk ke dalam kereta dengan mudah. Namun belum tentu kita bisa segera keluar di stasiun yang kita tuju. Butuh ekstra tenaga untuk menerobos kuatnya pertahanan orang-orang di dalam kereta yang kekeuh berdiri di tempat tersebut,

Masih penasaran dengan kepadatan-kepadatan selanjutnya? Tenang, saya akan post kembali di blog selanjutnyaa! 

Tetap semangat Commuters! Have a nice day!

1 komentar: